Wednesday, November 9, 2011

CyberEthics


Di zaman modern ini teknologi sudah berpacu untuk memberikan sesuatu yang lebih menarik dan canggih dibanding dengan sebelumnya.  Hadirnya internet dalam kehidupan manusia telah membentuk komunitas masyarakat sendiri.  Dulu surat menyurat masih menggunak pos-posan, diman kita harus tulis surat dikertas kemudian membeli materai, setelah itu kita bawa ke kantor pos, yang bisa saja kantor pos tersebut jauh dari rumah kita, parahnya lagi kalo aja surat itu sampe di tangan si penerima, kalo ngga? Nyasar kemana yah?
Sekarang tinggal duduk dan mengetik surat di depan computer, terus pilih tombol “send”, maka pada saat itu juga pesan kita sudah sampai pada penerima tanpa harus menunggu lama.  Fasilitas komunikasi dalam kelompok seperti mailing lists, dimana kelompok ini saling berdiskusi dan tukar pikiran serta pendapat mereka dengan mudah.  Perkembangan internet hingga sampai saat ini maka perlu dibuat aturan-aturan .  Di sini ada beberapa alasan mengapa etika penting dalalm dunia maya, yaitu sbb :
1.     Pengguna internet berasal dari berbagai Negara yang mungkin beda budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda, dan setiap orang memiliki sifat, cara bicara, menulis serta punya rasa humor yang berbeda-beda.
2.    Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia anonymous, yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.  Nah, temen-temen jangan sampai tertipu sama orang-orang iseng yang ngaku2 dirinya artis atau orang terkenal yang sampai membuat kita terobesesi untuk ingin dekat dengan dia..Ihh, jangan sampe deh..
3.    Berbagai macam fasilitas yang diberikan dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak tidak etis, misalnya ada penghuni yang iseng dengan melakukan hal-hal yang iseng yang seharusnya tidak mereka lakukan. Contoh keisengan tersebut pengiriman surat beranitai, iklan yang tidak sesuai konteks, provokasi ke diskusi tidak sehat , materi yang menyinggung orang lain atau lebi ekstrim lagi penyisipan virus atau worm yang sengaja dalam email yang dikirimkan, atau bahkan content porno yang dimasukkan dalam email.  Ibu-ibu yang masih punya anak di bawah umur, kudu hati-hati yah sama yang satu ini... kalo anaknya lagi berinternet, mesti dibimbing supaya ga sampai membuat hal-hal yang tidak baik, makanya kalo bisa sejak dini anak-anak harus dididik mengenai seks, yang mana dunia sekarang sudah semakin bebas.  Bukan itu saja yang bikin orang tua takut, ada juga penjualan barang-barang haram lewat situs yang tertutup, contohnya narkoba. Hmm, ngeri kan ibu-ibu, bapak-bapak?
4.    Harus diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat dan memungkikan masukknya “penghuni” baru di dunia maya tersebut.  Mungkin saja penghuni baru tersebut tidak mengetahui bagaimana mereka harus melakukan pergaulan di internet secara baik dan benar.  Untuk mereka perlu tuh diberikan petunjuk agar memahami budaya internet.

Di sini ada contoh etika berinternet:
1.     Netiket antar individu:
a.    Jangan terlalu banyak mengutip
b.    Perlakukan email secara pribadi
c.    Hati-hati dalam penggunaan huruf capital
d.    Jangan membicarakan orang lain
e.    Jangan gunakan CC
f.    Jangan menggunakan format HTML
g.    Jawablah secara masuk akal.
2.    Netiket antara satu orang dengan beberapa orang:
Sebelum kita berkomunikasi, bagi pengguna mailing list:
a.    Baca dulu mailing list 1 atau 2 bulan data diskusi, sebelum kita memposting surat yang pertama kali ke dalam mailing list tersebut.
b.    Tidak menyalahkan moderator atau pengurus system atas perilaku anggota system tersebut
c.    Berhati-hatilah akan kata-kata yang akan ditulis.
d.    To the point!
e.    Buatlah subject line yang mengikuti aturan dalam kelompok komunikasi tersebut.
f.    Tidak boleh mengirimkan artikel yang berbau pemalsuan, lelucon (kecuali mailing list yang memang bernuansa humor)
g.    Usahakan meletakkan signature atau tanda tangan di setiap teks yang diposting.
h.    Jika antara pribadi ada selisih paham, lanjutkan pada jalur pribadi email to email.
i.      Tidak diperbolehkan mengirimkan teks yang berbau seksual dan rasialis.

Sama seperti halnya etika di kehidupan masyarakat, sanksi yang diperoleh karena pelanggaran yang dilakukan adalah sanksi social.  Sanksi tersebut berupa teguran atau bahkan sampai dikucilkan oleh masyarakat. Demikian juga etika berinternet, sanksi yang berlaku ketika melakukan tindakan yang tidak etis maka akan dikucilkan dari kehidupamn komunitas berinternet bahkan bisa saja dikeluarkan dari mailing list jika kedapatan banyak melanggar aturan yang sudah ditetapkan.

Semoga tulisan ini dapat membatu para pembaca dalam kesulitan bersosialisasi dalam internet dan aturan serta sanksi yang diberikan ketika kita melakukan kesalahan.
Jika ada salah-salah penggunaan kata atau kalimat saya mohon maaf, karena sebagai manusia saya adalah makhluk yang tidak sempurna.  Maka jika ada saran atau kritik akan saya terima.  Terima Kasih. GBU ^.^

No comments:

Post a Comment